Cegah Perkawinan Anak, PKK Rembang Perkuat Edukasi CEPAK
REMBANG – TP PKK Kabupaten Rembang melalui Pokja II memperkuat upaya pencegahan perkawinan anak melalui kegiatan Penguatan Edukasi CEPAK (Cegah Perkawinan Anak) yang menyasar pelajar SMA. Kegiatan ini digelar di Aula SMA Negeri 2 Rembang, Kamis (15/10/2026), melibatkan siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dari SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, dan SMA Negeri 3 Rembang.

Ketua TP PKK Kabupaten Rembang, Musringah Harno, menegaskan bahwa remaja memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan perilaku di lingkungan sebaya, termasuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan dan pencegahan perkawinan anak.
Menurutnya, suara, kreativitas, dan pengaruh remaja lebih mudah diterima oleh teman sebaya. Karena itu, pelibatan remaja menjadi langkah penting untuk memperluas edukasi sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai risiko perkawinan anak.
“Ketika anak-anak kita dipaksa menikah pada usia dini, hak-hak dasar mereka turut terampas, mulai dari hak atas pendidikan, kesehatan reproduksi, hingga kesempatan untuk berkembang secara optimal. Oleh karena itu, TP PKK Kabupaten Rembang hadir untuk memberikan edukasi dan mendorong anak-anak menjadi agen perubahan yang efektif di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Musringah juga mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor yang menyuarakan pentingnya pendidikan dan perencanaan masa depan sejak usia muda sebagai fondasi untuk membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Kepala SMA Negeri 2 Rembang, Endang Sri Lestari, turut menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga. Ia mengingatkan para siswa agar memprioritaskan penyelesaian pendidikan sebelum mengambil keputusan untuk menikah.
“Pendidikan merupakan fondasi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, jangan menikah terlebih dahulu sebelum menyelesaikan pendidikan,” tegas Endang.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari TP PKK Kabupaten Rembang yang berasal dari DINSOSPPKB Kabupaten Rembang. Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Rembang, Yulidar Maesaroh, menyampaikan materi tentang analisis SWOT dan efikasi diri guna membangun kemampuan remaja dalam mengenali potensi diri, memetakan tantangan, serta mengambil keputusan secara bijak.
Sementara itu, Khorik Dwi Widyawati, anggota Pokja II TP PKK Kabupaten Rembang, memaparkan materi tentang analisis sebab, akibat, dan bahaya perkawinan anak. Materi ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai faktor pendorong perkawinan anak serta dampaknya terhadap pendidikan, kesehatan, dan masa depan remaja.
Melalui edukasi CEPAK, TP PKK Kabupaten Rembang mendorong keterlibatan aktif pelajar dalam menyebarluaskan informasi yang benar, membangun kesadaran di lingkungan sekolah, serta menumbuhkan keberanian untuk merencanakan masa depan secara matang. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pencegahan perkawinan anak melalui peran remaja sebagai agen perubahan.

