> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://pkk.rembangkab.go.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Sehari Diluncurkan, ATM Minyak Jelantah TP PKK Rembang Kumpulkan 37 kilogram
- URL: https://pkk.rembangkab.go.id/sehari-diluncurkan-atm-minyak-jelantah-tp-pkk-rembang-kumpulkan-37-kilogram/
- Published: 2026-10-19T15:00:00.000Z
- Updated: 2026-10-24T14:38:22.000Z
- Author: PKK Kabupaten Rembang

REMBANG — Sehari setelah diluncurkan, ATM Minyak Jelantah TP PKK Kabupaten Rembang berhasil menghimpun 37 kilogram minyak jelantah dari kader Pokja III TP PKK kecamatan dan desa binaan, Senin (19/10/2026). Capaian awal ini menandai tumbuhnya partisipasi kader dalam mengelola limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang pemanfaatan minyak bekas pakai menjadi bernilai ekonomi.

Program ini tidak sekadar mengumpulkan minyak jelantah, tetapi juga mengajak masyarakat mengubah kebiasaan sederhana di rumah menjadi langkah nyata menjaga lingkungan. Minyak goreng bekas yang selama ini berpotensi dibuang sembarangan dapat disalurkan melalui fasilitas yang tersedia sehingga tidak mencemari saluran air maupun lingkungan sekitar.

ATM Minyak Jelantah tersebut merupakan hibah PT Pegadaian melalui kerja sama dengan TP PKK Provinsi Jawa Tengah. Fasilitas ini disediakan sebagai sarana pengumpulan minyak jelantah agar tidak dibuang sembarangan atau digunakan kembali ketika kualitasnya telah menurun.

![](https://pkk.rembangkab.go.id/content/images/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-23-at-12.16.07.jpeg)

Bendahara Bank Sampah Sidoberkah Kabupaten Rembang, Syaiful Adi Kurniawan, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut diberikan kepada 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan (*pilot project*) TP PKK Provinsi Jawa Tengah. Daerah penerima dipilih berdasarkan keberadaan bank sampah yang aktif serta kerja sama yang telah terjalin dengan PT Pegadaian.

“ATM ini memang diperuntukkan bagi 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang memiliki bank sampah dan telah berkolaborasi dengan PT Pegadaian,” ujar Syaiful.

Dalam pelaksanaannya, minyak jelantah yang disetorkan masyarakat melalui ATM tersebut dapat dikonversi menjadi saldo melalui situs resmi layanan PT Pegadaian, yaitu biodrop.id. Mekanisme ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan nilai tambah pada limbah rumah tangga sekaligus mendorong masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola sisa konsumsi sehari-hari.

![](https://pkk.rembangkab.go.id/content/images/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-23-at-12.16.07--1-.jpeg)

Syaiful juga mengapresiasi partisipasi Pokja III TP PKK Kecamatan Pamotan yang menjadi penyumbang minyak jelantah terbanyak, yakni 12,30 kilogram. Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan kader di tingkat kecamatan memiliki peran penting dalam menggerakkan pengelolaan limbah dari lingkungan keluarga.

Pengoperasian ATM Minyak Jelantah merupakan tindak lanjut dari sosialisasi Gerakan Bijak Kelola Rumah Tangga bertajuk “Stop Boros Pangan, Pilah Sampah, dan Ubah Jelantah Jadi Rupiah”. Gerakan ini mengajak keluarga untuk mengurangi pemborosan pangan, memilah sampah sejak dari rumah, serta mengelola limbah agar memberikan manfaat yang lebih besar.

![](https://pkk.rembangkab.go.id/content/images/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-24-at-21.34.19.jpeg)

Ketua TP PKK Kabupaten Rembang, Musringah Harno, menegaskan bahwa pengelolaan minyak jelantah perlu mendapat perhatian karena berkaitan erat dengan kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan. Minyak goreng yang digunakan berulang kali hingga mengalami penurunan kualitas berisiko bagi kesehatan, sedangkan pembuangannya secara sembarangan dapat mencemari lingkungan.

“Pengelolaan minyak jelantah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi memerlukan kolaborasi multipihak. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi keluarga, khususnya para ibu sebagai pengelola rumah tangga,” ujar Musringah.

Melalui program ini, TP PKK Kabupaten Rembang mendorong kader dan masyarakat untuk menjadikan pengumpulan minyak jelantah sebagai kebiasaan sehari-hari. Langkah tersebut diharapkan tidak berhenti pada capaian pengumpulan semata, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang dimulai dari dapur setiap keluarga.

Sebab, menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Memisahkan minyak jelantah dari sampah lainnya, menyetorkannya ke fasilitas yang tersedia, dan memastikan limbah tidak mencemari lingkungan merupakan tindakan sederhana yang dapat memberikan manfaat nyata. Dari rumah, kepedulian tumbuh; dari kebiasaan kecil, perubahan bagi lingkungan dan kesejahteraan keluarga dapat diwujudkan.

![](https://pkk.rembangkab.go.id/content/images/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-23-at-12.16.06.jpeg)

![](https://pkk.rembangkab.go.id/content/images/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-23-at-12.16.05.jpg)